Selamat datang di BLOG kami.... Kumpulan pendidikan yang mungkin bisa membatu untuk semua.

PAR (PARTICIPATORY ACTION RESEARCH ASSIGNMENT) “MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI PARTISIPASI DALAM MENGEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI WINDOW OF KNOWLEDGE (JENDELA ILMU PENGETAHUAN) DI MASJID JAMI’ DINOYO MALANG”



BAB VI
PENUTUP

1. Kesimpulan

Perpustakaan Desa/Kelurahan memiliki peran yang sangat strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat terutama masyarakat desa/kelurahan di sekitar lokasi berdirinya perpustakaan.Oleh sebab itu semangat menyelenggarakan perpustakaan Desa/Kelurahan seyogyanya mendapat apresiasi dari semua pihak yang benar-benar berkomitmen terhadap upaya mencerdaskan masyarakat melalui kegiatan membaca di perpustakaan.                                                                                                                                 Agar Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat melayani masyarakat desa dengan sebaik-baiknya maka perpustakaan perlu dikelola secara profesional menurut sistem dan ketentuan umum yang berlaku. Dalam operasionalnya juga diperlukan strategi pengembangan, pembinaan, dan pemberdayaan perpustakaan, sehingga tujuan pendirian sebuah Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat tercapai dengan baik.                                                                          Komponen-komponen pengembangan seperti : sarana dan prasarana perpustakaan, sumber dana perpustakaan, Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola, koleksi perpustakaan, dan promosi perpustakaan perlu mendapat perhatian yang penuh dari Kepala Desa/Lurah sebagai penanggung jawab keberadaan Perpustakaan Perpustakaan Desa/Kelurahan.           SDM pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan perlu senantiasa mengadakan konsultasi dengan penentu kebijakan seperti Kepala Desa/Lurah, Camat, juga dengan Perpustakaan Nasional RI atau Perpustakaan Provinsi yang terdapat di seluruh Ibu Kota Provinsi untuk pengembangan perpustakaan.                                                             Peningkatan kompetensi SDM pengelola Perpustakaan Desa perlu mendapat perhatian yang serius dari penentu kebijakan, agar SDM pengelola perpustakaan dapat menjalankan aktivitas perpustakan dengan benar sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen perpustakaan.  Perpustakaan Desa/Kelurahan perlu membangun kemitraan dengan berbagai instansi, organisasi atau kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang sama, misalnya Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Karang Taruna, LSM, Remaja Mesjid, Kelompok Baca Masyarakat, dll.                                                                                                                  Sebagai lembaga yang mengelola bahan pustaka ilmiah dan edukatif bagi masyarakat desa, Perpustakaan Desa/Kelurahan harus senantiasa mengembangkan strategi yang jitu agar menjadi sesuatu yang menarik bagi banyak orang, jika ingin tetap eksis dan dihargai keberadaannya oleh masyarakat.
Secara jujur harus diakui bahwa masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan oleh SDM pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan. Namun setiap masalah tentu ada cara dan jalan pemecahannya jika dihadapi dengan arif dan bijaksana serta adanya kompetensi pengetahuan yang cukup. Harapan ke depan, Perpustakaan Desa/Kelurahan di Indonesia dapat terus maju dan berkembang menjadi lebih baik lagi.                                                     Perpustakaan merupakan sarana atau tempat untuk menghimpun berbagai sumber informasi untuk dikoleksi secara terus menerus, diolah dan diproses. Sebagai sarana atau wahana untuk melestarikan hasil budaya manusia melalui aktifitas pemeliharaan dan pengawetan koleksi. Tujuan pendirian perpustakaan untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat.                                                                                                                      Dalam mengembangkan keberadaan perpustakaan, pemerintah mengambil peran yang begitu penting. Karena sesuai dengan ketentuan undang-undang, pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjadikan perpustakaan sebagai manifestasi dari asas penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia yaitu pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.                                                   Pembangunan perpustakaan harus disetarakan di semua wilayah, baik perkotaan maupun wilayah terpencil. Agar bisa terjadi pemerataan layanan perpustakaan secara menyeluruh tanpa membedakan unsur geografis. Selain itu juga diperlukan partisipasi masyarakat sekitar untuk mengembangkan perpustakaan agar bisa dimanfaatkan fungsinya secara maksimal.
2.  Saran
  • Perlu pengadaan bahan literatur yang sesuai dengan kebutuhan umat secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perkembangan wacana keagamaan yang dilakukan penerbit dan penulis.
  • Perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas sdm yang kreatif dan menguasai manajemen pengelolaan perpustakaan dengan baik, antara lain melalui pendidikan dan pelatihan.
  • Untuk optimalisasi manajemen pengelolaan perpustakaan perlu dikembangkan jaringan kerja antar perpustakaan masjid, memaksimalkan peran Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Pembina Perpustakaan Masjid Indonesia (BPPMI), Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Daerah, perpustakaan perguruan tinggi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
  • Untuk meningkatkan peran masjid sebagai pusat peradaban, pemerintah (khususnya Kementerian Agama) perlu mengalokasikan dana rutin untuk pengelolaan Perpustakaan Masjid
  • Perpustakaan Masjid perlu mengembangkan program pendukung bagi peningkatan kualitas pelayanan melalui penerbitan pamflet, brosur, buletin, bedah buku,bazar, lomba penulisan naskah keagamaan, lomba qira’atul kutub, seminar keagamaan, dan lain lain.
  • Untuk kepentingan pengembangan kebijakan, penelitian ini perlu ditindaklanjuti dengan melakukan lokakarya pengelolaan Perpustakaan Masjid dengan menghadirkan pengelola Perpustakaan Masjid, Perpustakaan Nasional RI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Pembina Perpustakaan Masjid Indonesia (BPPMI), dan pejabat terkait.
  • Pemerintah dapat menggunakan perannya secara maksimal dalam mengembangkan perpustakaan di wilayah-wilayah sehingga dapat terwujud perpustakaan sesuai dengan funsinya sebagai fasilitas peningkatan kualitas pendidikan non formal.
  • Pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam hal pengembangan perpustakaan.
  • Perpustakaan berusaha melakukan sosialisasi, publikasi dan promosi terus- menerus agar keberadaannya dikenal, dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
  • Perpustakaan berusaha mengembangkan berbagai kegiatan yang melibatkan dan memfasilitasi kepentingan masyarakat, sehingga masyarakat cenderung berkunjung ke perpustakaan. Mereka nantinya akan merasa bahwa perpustakaan adalah milik masyarakat dan untuk mereka pula. Dampaknya perpustakaan menjadi ramai pengunjung dan pemakai.




DAFTAR PUSTAKA:
  • Sulistiyo basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta Gramedia Pustaka Utama.
  • Murniaty. 2013. Materi Pelatihan Pengelola Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Desa. Medan : Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.
  • Perpustakaan Nasional RI. 2001. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Desa. Editor Soekarman. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.
  • Perpustakaan Nasional RI. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Jakarta : Perpusnas RI.
  • Sutarno. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta : Sagung Seto.
  • Sutarno. 2008. Membina Perpustakaan Desa : Dilengkapi Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto
  • Lexi J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif. . (Bandung: Remaja Rosda, 2002). hal 25
  • Elliot. Action research For Educational Change. (Philadelpia: Open Univercity. 1991) hal 25
  • Junaidi, Dedi. 2014. Pembangunan Perpustakaan Digenjot.Sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/02/18/252830 Diakses: tanggal 18 Februari 2014
  • Meak, Theresia. 2011. Mewujudkan Desa Pintar Melalui Perpustakaan Desa. Sumber: http://kupang.tribunnews.com/read/artikel/59006/editorial/opini/2011/3/18/mewu-judkan-desa-pintar-melalui-perpustakaan-desa Diakses : Tanggal 18 Maret 2011.
Saputro, Romi Febriyanto . ADD Untuk Perpustakaan Desa. Tulisan ini telah dimuat di Harian Solo Pos, 14 Maret 2012. Sumber : http://romifebri.blogspot.com/2012/03/add-untuk-perpustakaan-desa.html



Kembali ke halaman AWAL KLIK DISINI

0 Komentar untuk "PAR (PARTICIPATORY ACTION RESEARCH ASSIGNMENT) “MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI PARTISIPASI DALAM MENGEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI WINDOW OF KNOWLEDGE (JENDELA ILMU PENGETAHUAN) DI MASJID JAMI’ DINOYO MALANG”"

loading...