Selamat datang di BLOG kami.... Kumpulan pendidikan yang mungkin bisa membatu untuk semua.

PAR (PARTICIPATORY ACTION RESEARCH ASSIGNMENT) “MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI PARTISIPASI DALAM MENGEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI WINDOW OF KNOWLEDGE (JENDELA ILMU PENGETAHUAN) DI MASJID JAMI’ DINOYO MALANG”



  1. Pelaksanaan kegiatan promosi dan motivasi masyarakat Desa Dinoyo

Berdasarkan dari hasil pengamatan yang telah dilaksanakan oleh peneliti dan decision maker terhadap hambatan yang menjdi masalah bagi perpustakaan maka dapat diketahui :
a.       Strategi promosi terbatas tanpa adanya motivasi.
b.      Media yang digunakan hanya sebatas pada penggunaan media paper yang di tempel di kaca masjid.
c.       Motivasi masyarakat dalam proses penyadaran masyarakat agar berpartisipasi sangat rendah,pengelola lebih banyak diam dan hanya menunggu pengunjung lewat rumah pribadi.

2.      Skenario Tindakan Kegiatan

Seperti yang telah dipaparkan di atas, bahwasanya penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penerapan strategi promosi dan motivasi dalam meningkatkan motivasi budaya baca dan partisipasi masyarkat baik moril maupun materil pada perpustakaan Masjid Jami’ Dinoyo Malang.
Sebelum penelitian dilakukan pada titik yang sebenarnya, penelitian ini memiliki rencana untuk memperbaiki hambatan-hambatan ketidakmajuan sebuah perpustakaan, misalnya dalam penerapan strategi, metode yang relevan dan media yang cocok dengan kondisi masyarakat.
Penelitian ini dimulai dari persiapan peneliti untuk mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam strategi promosi dan motivasiuntuk meningkatkan motivasi masyarakat belajar dan partisipasi pada perpustakaan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam memahami akan pentingnya perpustakaan milik masjid. Stelah berada di lapangan, peneliti dan decision maker mulai membuka slid materi di adakannya kegiatan dengan menyajikannya disertai menampilkan gambar-gambar berupa potongan kertas-kertas kecil yang berisi perpus-perpus masjid di indonesi.
Skenario penelitian ini dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan, yaitu jatuh pada hari selasa  tanggal 12 dan 26 November 2015 jam 20.00

B. SIKLUS PENELITIAN1. Siklus Penelitian I

Seperti yang telah dikemukan sebelumnya, bahwa penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan. Adapun tahapan-tahapan penelitian ini mengikuti model Kurt Lewin yang berupa siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan berupa:
a.       Pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang membentuk siklus ke siklus berikutnya sampai tuntas sehingga dapat diperoleh data yang dapat disimpulkan sebagai jawaban dari permasalahan penelitian.
b.      Penelitian dilaksanakan sebanyak 1 siklus dengan rincian: 2 kali pertemuan dan dimulai hari selasa tanggal 12 dan 26 November 2015.

      a. Rencana Tindakan

1. Diskusi dengan team of decision maker terkait karakteristik masyarakat, strategi, metode dan media yang telah direncanakan lebih dulu oleh peneliti.
2. Peneliti dan decision maker saling membantu sebagai pengamat dalam kegiatan dan pemantau ketika kegiatan pembelajaran berlangsung.
3.   Membuat alat observasi ( terlampir ) untuk mengetahui tingkat motivasi masyarakat dalam kegiatan.
5. Mempersiapkan waktu pelaksanaan, diskusi hasil pengamatan
10. Mempersiapkan materi kegiatan motivasi pada siklus I yaitu tentang kesadaran dan faktor lemahnya minat baca pada masyarakat.

     b. Pelaksanaan Tindakan

Peneliti sebagai pengamat narasumber di bidang pemberian motivasi-promosi
A.    Kegiatan awal
1.      Salam Pembuka
2.      Narasumber  bidang motivasi memperkenalkan peneliti kepada masyarakat
3.      Memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan peneliti di Perpustakaan Masjid Jami’ Dinoyo Malang
B.     Kegiatan inti
1.      Masyarakat diajukan pertanyaan mengapa mereka malas membaca
2.      Narasumber menguraikan akan pentingnya perpustakaan untuk masa depan bangsa serta alas an mengapa masyarakat malas mengembangkan budaya baca.
3.      Kemudian dikaitkan dengan undang-undang pemerintah dalam hal mengembangkan perpustakaan.
4.      Masyarakat diberi pertanyaan tentang apa yang telah disampaikan
5. Narasumber mengajak masyarakat agar selalu berpartisipasi demi kemajuan        perpustakaan Masjid.
C.     Kegiatan penutup
1.      Narasumber mengakhiri kegiatan motivasi
2.      Masyarakat bersiap siap
3.      Narasumber  mengucapkan salam

c. Observasi dan Hasil Tindakan

Pada siklus I, tanggal 12 November 2015 terdiri dari satu pertemuan. Selama kegiatan berlangsung peneliti melakukan pengambilan data berupa hasil pengamatan aktivitas masyarakat. Hasil pengamatan pada lembar obervasi tercatat :
1.      Kegiatan masyarakat selama kegiatan motivasi berlangsung
2.      Hasil masyarakat yang diperoleh dari tingkah laku dan kehadiran

d. Analisis:

Dari data yang diperoleh dapat dianalisis bahwa pada awal pertemuan masyarakat masih terlihat pasif dan kurang termotivasi dalam kegiatan ini karena hanya sebagian saja dari mereka yang perhatian dan aktif dalam menanggapi pertanyaan yang diberikan dari narasumber entah mereka mengetahui tapi malas menjawab atau mereka betul-betul belum ketahui. Hal itu disebabkan sebagian besar dari mereka merasa bahwa kegiatan yang berlangsung dengan tema mengembangkan budaya baca adalah sesuatu yang membosankan dan juga mereka masih merasa canggung dengan peneliti yang sekaligus menjadi pengarah juga. Akan tetapi setelah kegiatan motivasi berlangsung sampai klimaksnyadivariasi dengan guyonan dan kehumorisan narasumber membuat mereka tidak lagi merasa bosan bahkan sebaliknya mereka merasa bahwa perpustakaan masjid memang sesuatu yang amat diperlukan dalam dunia pendidikan, masyarakat pelajar dan masa depan remaja Dinoyo. Hal itu terlihat dari selesainya motovasi mereka,terbukti dengan raut muka yang ceria dan semangat yang cukup bagus dari masyarakat ketika strategi motivasi-promosi ini dilaksanakandibandingkan dengan strategi sebelumnya yang kurang luas dan terikat. Didukung dengankomentar masyarakat ketika ditanya oleh peneliti tentang responnya terhadap strategi motivasi-promosiyang baru dilaksanakan. Sebagian dari masyarakat menjawab sangat senang sekali dan meminta pertemuan selanjutnya strategi motivasi-promosi dapat diterapkan lagi dengan tema yang berbeda.

Refleksi :

Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan, ternyata dapat dijelaskan bahwa penerapan strategi motivasi-promosidapat meningkatkan motivasi budaya baca masyarakat di perpustakaan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan penerapan strategi motivasi-promosiyang awalnya masih dianggap meragukan masyarakat  ternyata menjadi hal yang sangat diperlukan, mereka tampak antusias dan semangat. Tentu hal ini didukung dengan Nasrasumber yang memotivasi dengan gaya humanistik atau kekeluargaan.
Hasil observasi yang telah dilaksanakan pada siklus I menggambarkan adanya perubahan pada masyarakat yaitu :
1-      Masyarakat lebih senang membaca
2-      Masyarakat menumbuhkan minat baca pada generasi muda dan putra-putri mereka.
3-      Pimnpinan yang semakin sadar, serius dan lebih baik dalam mengelola perpustakaan.
4-      Kesadaran pemerintah untuk turut berpartisipasi dengan menggalakkan promosi gemar membaca.
5-      Masyarakat sadar bahwa eksistensi dari perpustakaan bersifat primer dalam dunia pendidikan
Dengan adanya keberlangsungan fihak terkait di atas dapat memberikan kemandirian pada masyarakat, budaya baca diperhatikan penuh untuk masa selanjutnya, terus mengadakan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menggerakkan masyarakat sebagai social capital untuk selalu ikut berpartisipasi, sehingga tidak menjadi dependent community pada proposal atau bantuan dari pemerintah.
walupun sebelumnya ada beberapa kendala dalam penerapan strategi motivasi-promosi, namun kendala tersebut dapat handle dengan baik, sebab masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Ada kesepakatan bersama bahwa pengawasan akan terus di tingkatkan baik secara resmi atau tidak. Pengawasan secara resmi dilaksanakan setiap malam sabtu setelah pengajian kitab dan pada malam selasa setelah solawat rutinan.
Adapun dampak positif atau manfaat dari penelitian ini tentu bukan hanya sekedar menyadarkan masyarakat agar berpartisipasi tapi jauh dari itu semua, perkembangan beberapa bidang secara tidaklangsung menyertai mulai dari:
1-      Keagamaan: Jema’ah yang kian bertambah dan jema’ah pengajian yang semakin meningkat
2-      Kebudayaan: Menumbuhkan budaya baca masyarakat, mengingat mereka terus berinteraksi dengan para pelajar yang datang dari berbagai daerah dan membudayakan anak-anak agar dapat meneladani di masa mendatang
3-      Politik: secara implisit kegiatan ini juga menyentuh politik, karena dengan adanya budaya baca dapat menarik simpatisan, lembaga pemerintah danseluruh masyarakat Dinoyo
4-      Ekonomi: penambahan koleksi melalui penggalangan pada masyarakat. Penambahan koleksi perpustakaan dengan adanya proposal dan ketika berkembang dapat menarik sanksi atas peminjaman yang telat atau sesuatu yang seharusnya tidak boleh dipinjamkan.
5-      Sosial: Menumbuhkan jiwa sosial dengan saling memiliki terhadap pepustakaan. Dapat membangun solidaritas antara mahasiswa Unisma, ORMAS Dinoyo dan masyarakat dalam bentuk partisipasi. Pimpinan dan masyarakat semakin banyak relasi untuk mengadakan kegiatan selanjutnya.

6-      Pendidikan: Memberikan ilmu tentang kepustakaan dan informasi peminjaman melalui Brosur dan pamflet. Menjalin komunikasi dengan guru-guru TPQ agar anak-anak selalu di arahkan pada budaya baca. Koleksi yang semakin lengkap sangat membantu dalam dunia pendidikan


Untuk halaman selanjutnya KLIK DISINI

0 Komentar untuk "PAR (PARTICIPATORY ACTION RESEARCH ASSIGNMENT) “MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI PARTISIPASI DALAM MENGEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI WINDOW OF KNOWLEDGE (JENDELA ILMU PENGETAHUAN) DI MASJID JAMI’ DINOYO MALANG”"

loading...