Jenis Olah Raga / Latihan
Beberapa contoh olah raga yang dapat
dilakukan oleh usia lanjut dalam Mempertahankan Activity Of Daily Living (ADL)
Pada Lansia, antara lain :
a. Pekerjaan Rumah dan Berkebun
Kegiatan ini dapat memberikan suatu latihan
yang dibutuhkan untuk menjaga kesegaran jasmani, tetapi harus dilakukan secara
tepat, agar nafas sedikit lebih cepat, denyut jantung lebih cepat dan otot
menjadi lelah. Akan tetapi perlu selalu dikontrol terhadap peningkatan denyut
nadi jangan sampai melebihi batas maksimal.
b. Jalan Kaki
Berjalan baik untuk meregangkan otot
– otot kaki dan bila jalannya makin lama makin cepat, akan bermanfaat bagi daya
tahan tubuh. Bila anda memilih jenis ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari
antara pukul 5 – 6, dikala udara masih bersih dan segar. Lokasi terbaik adalah
daerah perkebunan atau pegunungan yang jauh dari asap kendaraan bermotor,
pabrik yang menyebabkan polusi udara.
c. Berenang
Berenang akan melatih pergerakan
seluruh tubuh. Latihan ini lebih baik lagi untuk orang – orang yang mengalami
kelemahan otot atau kaku sendi, asalkan dilakukan secara teratur.
d. Lompat Tali
Melompat tali mempunyai beberapa
keistimewaan (menggerakkan tali secara berirama menggerakkan tubuh bagian atas
lebih banyak daripada lari perlahan
III. Teknik dan Cara berlatih
Teknik dan cara berlatih yang
dilakukan untuk Mempertahankan Activity Of Daily Living (ADL) Pada Lansia
terbagi dalam tiga segmen seperti yang dijelaskan di bawah ini:
1. Pemanasan (warming up)
Gerakan umum (yang melibatkan
sebanyak-banyaknya otot dan sendi) dilakukan secara lambat dan hati-hati.
Pemanasan dilakukan bersama dengan peregangan (stretching). Lamanya kira-kira
8-10 menit.
Pada 5 menit terakhir pemanasan
dilakukan lebih cepat. Pemanasan dimaksud untuk mengurangi cedera dan
mempersiapkan sel-sel tubuh agar dapat turut serta dalam proses
metabolisme yang meningkat.
2. Latihan inti
Latihan inti bergantung pada
komponen/faktor yang dilatih. Gerakan senam dilakukan berurutan dan dapat
diiringi oleh musik yang disSesuaikan dengan gerakannya. Untuk lansia biasanya
dilatih:
a. Daya tahan (endurance);
b. Kardiopulmonal dengan
latihan-latihan yang bersifat aerobik;
c. Fleksibilitas dengan peregangan;
d. Kekuatan otot dengan latihan beban;
e. Komposisi tubuh dapat diatur dengan
pengaturan pola makan latihan aerobik kombinasi dengan latihan beban kekuatan.
3. Pendinginan (cooling down)
Dilakukan secara aktif. Artinya,
sehabis latihan inti perlu dilakukan gerakan umum yang ringan sampai suhu tubuh
kembali normal yang ditandai dengan pulihnya denyut nadi dan terhentinya
keringat. Pendinginan dilakukan seperti pada pemanasan,yaitu selama 8-10 menit.
IV. Olahraga/Latihan Fisik yang Membahayakan bagi Lansia
Olahraga bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan tubuh, namun tidak semua olahraga baik dilakukan oleh
lansia. Ada beberapa macam gerakan yang dianggap membahayakan saat berolahraga.
Gerakan-gerakan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sit-up dengan kaki lurus
Cara-cara sit-up yang dilakukan
dengan kaki lurus dan lutut dipegang dapat menyebabkan masalah padapunggung.
Oleh karena sit-up cara klasik ini menyebabkan otot liopsoas/fleksor pada
punggung (otot yang melekat pada kolumna vertebralis dan femur) menanggung
semua beban. Otot ini merupakan otot terkuat di daerah perut. Jika fleksor
punggung ini digunakan, maka pinggul terangkat ke depan dan otot-otot kecil
pada punggung akan berkontraksi, sehingga punggung kita akan melengkung. Jadi,
latihan seperti ini akan menyebabkan pemendekan otot punggung bagian bawah dan
paha. Akhirnya menyebabkan pinggul terangkat ke atas secara permanen dan
lengkung lordosis menjadi lebih banyak, sehingga menimbulkan masalah pada
pinggang.
Tetapi bila kita membengkokkan
lutut pada waktu latihan sit-up, otot-otot fleksor panggul tidak bergerak.
Dengan cara demikian, semua badan bertumpu pada otot perut dan kecil
kemungkinan terjadinya trauma pada pinggang bagian bawah.
2. Meraih ibu jari kaki
Kadang-kadang untuk mengecilkan
atau menguatkan perut diadakan latihan meraih ibu jari kaki. Latihan-latihan
ini selain tidak dapat mencaai ujuan, yaitu mengecilkan perut, juga kurang baik
karena dapat menyebabkan cedera. Sebetulnya latihan-latihan meraih ibu jari
kaki adalah latihan untuk menguatkan otot-otot punggung bagian bawah.
Gerakan ini akan menyebabkan lutut
menjadi hiperekstensi. Sebagai konsekuensinya, tekanan yang cukup berat akan
menimpa vertebra lumbalis yang akhirnya menyebabkan keluhan-keluhan pada punggung
bagian bawah. Kadang-kadang hal ini dapat menyebabkan gangguan pada diskus
invertebralis.
3. Mengangkat kaki
Mengangkat kaki pada posisi tidur
terlentang sampai kaki terangkat ± 15 cm dari lantai, kemudian ditahan beberapa
saat selama mungkin. Latihan ini tidak baik, karena dapat menyebabkan rasa
sakit pada punggung bagian bawah (low back pain) dan menyebabkan terjadinya
lordosis yang dapat menyebabkan gangguan pada punggung.
Bahaya yang ditimbulkan ialah
otot-otot perut tidak cukup kuat untuk menahan kaki setinggi 15 cm dari lantai
dalam waktu yang cukup lama dan kaki tidak dapat menahan punggung bagian bawah.
Akibatnya terjadi rotasi pelvis ke depan. Rotasi ini menyebabkan gangguan dari
punggung bagian bawah.
4. Melengkungkan punggung
Gerakan hiperekstensi ini banyak
dilakukan dengan tujuan meregangkan otot perut agar otot perut menjadi lebih
kuat. Hal ini kurang benar, karena dengan melengkungkan punggung tidak akan
menguatkan otot perut, melainkan melemahkan persendian tulang punggung.
0 Komentar untuk "ADL Pada Lansia"