LAPORAN TENTANG SALAH
SATU HAMBATAN DALAM INOVASI PENDIDIKAN
A.
Latar belakang
Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah merupakan sebuah sekolah yang
berdiri sejak tahun 1986 di Kabupaten Malang yang tepat berada di desa
Donowarih-Karangploso. Dengan kurang lebih 300 siswa sekolah ini dipimpin
oleh Bapak …. Dan dinaungi oleh Dosen kita Ibu Hj. Chalimatus Sa’diyah.
Perkembangan
teknologi dan informasi yang semakin tahun semakin maju dan sangat cepat dalam
berbagai aspek kehidupan yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan,
yang merupakan suatu upaya untuk menjembatani sebuah peralihan dari masa sekarang
ke masa yang akan datang yakni melalaui sebuah suntikan-suntikan inovasi yang
diharapkan akan dapat mencapai efisiensi dan efektifitas.
Di zaman yang serba
modern ini bahwa makna inovasi salah diartikan oleh kebanyakan orang baik itu
kalangan masyarakat yang terendah hingga kalangan masyarakat intelektual. Sehingga
apa yang terjadi, penerapan inovasi yang salah satunya dalam bidang pendidikan
yang merupakan bagian sentral dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari salah
digunakan. Maka perlu ditanamkan secara mendalam pemahaman tentang inovasi itu
sendiri, baik dari segi tujuan diadakannya sebuah inovasi, apa kekurangan serta
kelebihan inovasi itu sendiri, komponen-komponen inovasi, manfaatnya untuk
masyarakat apa serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-sehari dan
lain sebagainya.
Dengan begitu
insayaallah inovasi akan dapat diterima dan akan jauh dari penyalah gunaan yang
berakibat buruk. Sehingga akan tumbuh kesadaran dari mereka, meskipun tidak
semua mereka tidak menerima akan hadirnya inovasi tersebut tetapi
perlahan-lahan mereka akan sadar dengan melihat orang-orang disekitarnya yang
mulai menerapkan sebuah inovasi. Nicocolo Machiavelli pernah mengatakan: “ Tiada pekerjaan
yang lebih susah merencanakannya, lebih meragukan akan keberhasilannya, lebih
berbahaya dalam mengelolanya, daripada menciptakan suatu pembaharuan” (The Prince (1513)
Rogers,1983). Pernyataan Machiavelli tersebut menunjukan berat tugas innovator
dan betapa sukarnya menyebarkan inovasi. Banyak orang mengethui dan memahami sesuatu
yang baru tetapi belum mau menerima apalagi menerapkannya.
Hal ini terjadi
karena mindset tentang inovasi masih minim, hal itu bisa kita siasati dengan
mempelajari secara mendalam akan makna inovasi sesungguhnya serta segala sesuatu
yang berhubungan dengan inovasi tersebut, dengan demikian sebuah inovasi bukanlah
sesuatu yang berat serta disertai dengan komitmen yang kuat, serta dengan
istiqomah untuk menerapkan inovasi dalam kehidupan sehari-hari, maka
insayaallah inovasi bukanlah masalah yang sukar, tetapi saya tidak menafikan
akan kesukaran dari sebuah inovasi tersebut. Karena memang untuk membuat masyarakat
sadar akan inovasi bukanlah masalah yang mudah karena karakteristik dan
prinsip-prinsip yang berbeda dari masing-masing individu itu sendiri.
B. Inovasi
pendidikan
Inovasi merupakan
pangkal terjadinya perubahan sosial yang merupakan inti dari pembangunan masyarakat.
Di era teknologi dan informasi ini inovasi bukan lagi suatu yang langka. Hampir
setiap saat muncul penemuan-penemuan baru. Usaha penemuan inovasi ini bertujuan
untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Akan tetapi, bagaimanapun hebatnya
inovasi tersebut, tidak akan beguna banyak bila tidak tersebar penggunaannya.
Mendifusikan
(menyebarkan) inovasi ke masyarakat tak semudah dan selancar penciptaannya.
Seringkali usaha penyebaran inovasi gagal dan kandas di tengah jalan. Salah
satu bekal yang berguna bagi usaha memasyarakatkan inovasi adalah meahami
karakteristik inovasi dan faktor faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses
penyebaran inovasi ke dalam satu system social. Cepat atau lambat penerimaan
inovasi oleh masyarakat sangan tergantung pada karakteristik inovasi itu
sendiri. Adapun komponen-komponen inovasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Inovator yang
merupakan komponen yang utama dalam proses inovasi, dimana inovator memegang
peranan penting dalam melaksanakan inovasi.
2. Inovasi, inovasi
disini adalah adanya permasalahan yang akan dipecahkan.
3. Adanya
komunikaasi dengan saluran tertentu artinya adanya sebuah pertukaran informasi
antara anggota masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Karena
komunikasi merupakan alat untuk menyampaikan informasi mengenai inovasi dari
seorang ke orang lain.
4. Waktu, waktu
merupakan elemen yang tidak kalah pentingnya dalam proses inovasi karena waktu
merupakan aspek utama dalam proses untuk mengkomunikasikan sebuah inovasi.
Peranan dimensi waktu dalam proses inovasi terdapat pada tiga hal yaitu, proses
keputusan dalam mengambil kebijakan untuk memutuskan sebuah inovasi, kemudian
kepekaan seseorang terhadap inovasi, dan yang terakhir yaitu kecepatan
penerimaan inovasi.
Inovasi yang ada disekolah
· Inovasi dalam kurikulum atau program
pembelajaran.
§ Metode cramah yang di padukan dengan
berbagai media
§ Media masa
§ Peristiwa yang ada di sekitar lingkungan
sekolah dan masyarakat setempat
§ Pengalaman pribadi
Hambatan dalam inovasi
q Begron kluarga ekonomi menegah kebawah(petani)
q Kondisi siswa yg kurang baik karna Jarak yg
begitu jauh
q Renovasi gedung
q Kurangnya media pendukung
q Tata letak gedung
q Kurangnya dana
C. Hasil inovasi
Inovasi pendidikan
adalah perubahan pendidikan yang didasarkan atas usaha-usaha sadar, terencana,
berpola dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengarahkan, sesuai dengan
kebutuhan yang dihadapi dan tuntutan zamannya. Dalam inovasi pendidikan gagasan
baru sebagai hasil pemikiran kembali haruslah mampu untuk memecahkan persoalan
yang tidak terpecahkan oleh cara-cara tradisional yang bersifat komersial.
Inovasi pendidikan dilakukan disamping sebagai tanggapan terhadap masalah
pendidikan dan tuntutan zaman, juga merupakan usaha aktif untuk mempersiapkan
diri menghadapi masa datang yang akan memberikan harapan sesuai dengan cita-cita
yang diinginkan. Kalau pada bagian sebelumnya telah dikemukakan tentang hal-hal
yang menuntut inovasi pendidikan, berikut ini akan dikemukakan lebih jauh
tentang beberapa faktor yang cukup berperan mempengaruhi inovasi pendidikan.
Agar kita dapat
lebih memahami tentang perlunya perubahan pendidikan atau kebutuhan adanya
inovasi pendidikan dapat kita gali dari tiga hal yang sangat besar pengaruhnya terhadap
kegiatan disekolah, yaitu :
1. Factor Kegiatan
Belajar Mengajar Yang menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan kegiatan
belajar mengajar ialah kemampuan guru sebagai tenaga professional. Guru sebagai
tenaga yang dipandang memiliki keahlian tertentu dalam bidang pendidikan,
diserahi tugas dan wewenang untuk mengelola kegiatan belajar mengajar agar
dapat mencapai tujuan tertentu, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku siswa
sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan tujuan institusional yang telah
dirumuskan. Tetapi dalam pelaksanaan tugas pengelolaan kegiatan belajar
mengajar terdapat berbagai factor yang menyebabkan orang memandang bahwa
pengelolaan kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang kurang professional,
kurang efektif, dan kurang perhatian.
Sebagai alasan
mengapa orang memandang tugas guru dalam mengajarmengandung banyak kelemahan
tersebut, antara lain akan dikemukakan bahwa:
a. Keberhasilan
tugas guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar sangat ditentukan oleh
hubungan interpersonal antara guru dengan siswa.
b. Kegiatan belajar
mengajar di kelas merupakan kegiatan yang terisolasi. Pada waktu mengajar dia
tidak mendapatkan balikan dari teman sejawatnya.
c. Berkaitan dengan
masalah yang diatas tersebut, maka sangat minimal bantuan teman sejawat untuk
memberikan bantuan saran atau kritik guna peningkatan kemampuan profesionalnya.
d. Belum adanya
criteria yang baku tentang bagaimana pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang
efektif.
e. Dalam
melaksanakan tugas mengelola kegiatan belajar mengajar, guru menghadapi
sejumlah siswa yang berbeda satu dengan yang lain, baik mengenai kondisi fisik,
mental intelektual, sifat, minat, dan latar belakang social ekonominya.
f. Dan lain-lain.
Dengan berdasarkan
adanya kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan belajar mengajar
tersebut maka dapat merupakan sumber motivasi perlunya ada inovasi pendidikan
untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, atau bahkan dari sudut pandang
yang lain dapat juga dikatakan bahwa dengan adanya kelemahan-kelemahan itu maka
sukar penerapan inovasi pendidikan secara efektif.
2. Faktor Internal dan
Eksternal
Faktor internal yang
mempengaruhi pelaksanaan sistem pendidikan dan dengan sendirinya juga inovasi
pendidikan ialah siswa. Siswa sangat besar pengaruhnya terhadap proses inovasi
karena tujuan pendidikan untuk mencapai perubahan tingkah laku siswa. Jadi
siswa sebagai pusat perhatian dan bahan pertimbangan dalam melaksanakan
berbagai macam kebijakan pendidikan.
Faktor eksternal
yang mempunyai pengaruh dalam proses inovasi pendidikan ialah orang tua. Orang
tua murid ikut mempunyai peranan dalam menunjang kelancaran proses inovasi pendidikan,
baik ia sebagai penunjang secara moral membantu dan mendorong kegiatan siswa
untuk melakukan kegiatan belajar sesuai dengan yang diharapkan sekolah, maupun
sebagai penunjang pengadaan dana.
3. Sistem Pendidikan
(Pengelolaan dan Pengawasan)
Dalam
penyelenggaraan pendidikan disekolah diatur dengan aturan yang dibuat oleh
pemerintah. Penanggung jawab pendidikan di Indonesia adalah Departemen
Pendidikan Nasional yang mengatur seluruh system berdasarkan ketentuan-ketentuan
yang diberlakukan. Dalam kaitannya dengan adanya berbagai macam aturan dari
pemerintah tersebut maka timbul permasalahan sejauh mana batas kewenangan guru
untuk mengambil kebijakan dalam melakukan tugasnya dalam rangka menyesuaikan
dengan kondisi dan situasi setempat. Demikian pula sejauh mana kesempatan yang
diberikan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya guna
menghadapi tantangan kemajuan zaman. Dampak dari keterbatasan kesempatan
meningkatkan kemampuan professional serta keterbatasan kewenwangan mengambil kebijakan
dalam melaksanakan tugas bagi guru, dapat menyebabkan timbulnya siklus otoritas
yang negative. Siklus otoritas yang negative bagi guru yang dikemukakan oleh
Florio (1973) yang dikutip oleh Zaltman (1977) adalah guru memiliki
keterbatasan kewenangan dan kemampuan professional, menyebabkan tidak mampu
untuk mengambil kebijakan dalam melaksanakan tugasnya untuk menghadapi
tantangan kemajuan zaman. Rasa ketidakmampuan akan menimbulkan frustasi dan
bersikap apatis terhadap tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
Peran penting guru
Peranan Guru dalam Pengembangan
Kurikulum Kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya yakni kurikulum
sebagai dokumen dan kurikulum sebagai implementasinya. Sebagai sebuah dokumen kurikulum
berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan kurikulum sebagai implementasi adalah realisasi
dari pedoman tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Guru merupakan salah satu
faktor penting dalam implementasi kurikulum.
Bagaimanapun idealnya
suatu kurikulum tanpa ditunjang oleh kemampuan guru untuk mengimplementasikannya,
maka kurikulum itu tidak akan bermakna sebagai suatu alat pendidikan, dan
sebaliknya pembelajaran tanpa kurikulum sebagai pedoman tidak akan efektif. Dengan
demikian peran guru dalam hal ini adalah sebagai posisi kunci dan dalam pengembangnnya
guru lebih berperan banyak dalam tataran kelas.
Murray Printr
mencatat peran guru dalam level ini adalah sebagai berikut : Pertama, sebagai
implementers, guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah ada.
Dalam melaksanakan perannya guru hanya menerima berbagai kebijakan perumus kurikulum.
dalam pengembangan
kurikulum guru dianggap sebagai tenaga teknis yang hanya bertanggung jawab
dalam mengimplementasikan berbagai ketentuan yang ada. Akibatnya kurikulum
bersifat seragam antar daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena
itu guru hanya sekadar pelaksana kurikulum, maka tingkat kreatifitas dan
inovasi guru dalam merekayasa pembelajaran sangat lemah. Guru tidak terpacu
untuk melakukan berbagai pembaruan. Mengajar dianggapnya bukan sebagai
pekerjaan profesional, tetapi sebagai tugas rutin atau tugas keseharian.
Kedua, peran guru sebagai
adapters, lebih dari hanya sebagai pelaksana kurikulum, akan tetapi juga
sebagai penyelaras kurikulum dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan
kebutuhan daerah. Guru diberi kewenangan untuk menyesuaikan kurikulum yang
sudah ada dengan karakteristik sekolah dan kebutuhan lokal. Hal ini sangat
tepat dengan kebijakan KTSP dimana para perancang kurikulum hanya menentukan
standat isi sebagai standar minimal yang harus dicapai, bagaimana
implementasinya, kapan waktu pelaksanaannya, dan hal-hal teknis lainnya seluruhnya
ditentukan oleh guru. Dengan demikian, peran guru sebagai adapters lebih luas
dibandingkan dengan peran guru sebagai implementers.
Ketiga, peran
sebagai pengembang kurikulum, guru memiliki kewenganan dalam mendesain sebuah
kurikulum. Guru bukan saja dapat menentukan tujuan dan isi pelajaran yang
disampaikan, akan tetapi juga dapat menentukan strategi apa yang harus dikembangkan
serta bagaimana mengukur keberhasilannya. Sebagai pengembang kurikulum
sepenuhnya guru dapat menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik, visi dan
misi sekolah, serta sesuai dengan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa.
Keempat, adalah
peran guru sebagai peneliti kurikulum (curriculum researcher). Peran ini dilaksanakan
sebagai bagian dari tugas profesional guru yang memiliki tanggung jawab dalam
meningkatkan kinerjanya sebagai guru. Dalam melaksanakan perannya sebagai
peneliti, guru memiliki tanggung jawab untuk menguji berbagai komponen
kurikulum, misalnya menguji bahan-bahan kurikulum, menguji efektifitas program,
menguji strategi dan model pembelajaran dan lain sebagainya termasuk
mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai target kurikulum.
Kesimpulan
Dari uraian sejumlah
ruang lingkup inovasi pendidikan di atas dapat kami simpulkan bahwa dari segi
tujuan inovasi pendidikan yaitu Tujuan utama dari inovasi adalah berusaha
meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga, uang, sarana
dan prasarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi. Jadi keseluruhan
sistem perlu ditingkatkan agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat
dicapai dengan sebaik-baiknya. Sehingga dengan demikian proses inovasi akan
dapat berjalan dengan baik seperti apa yang diinginkan.
0 Komentar untuk "LAPORAN TENTANG SALAH SATU HAMBATAN DALAM INOVASI PENDIDIKAN "